Friday, October 17, 2008

Jika Golkar Tak Mau, Kami Gandeng PKS


Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Taufiq Kiemas mengatakan, seandainya Golkar tidak bersedia diajak berkoalisi, rencana cadangannya menggandeng Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS).


"Namun bagaimana pun kalau berkoalisi dengan Golkar, PKS juga kami ajak supaya keadaan tenteram," katanya seusai diskusi di DPR, 17 Oktober 2008.


Menurutnya, tanpa koalisi tidak akan ada satu presiden pun yang mampu mengelola negeri ini. "Tidak mungkin pula seorang calon menang sendirian," katanya.


PDIP, katanya, juga tidak mungkin mengambil cawapresnya dari internal partai. "Di sini PDIP tak ngotot menggandeng Golkar tapi keinginan rakyat, banyak yang berharap PDIP bekerja sama dengan Golkar untuk keutuhan PDIP sendiri," katanya.


Karena itu PDIP akan terus menerus melakukan pendekatan pada Golkar, bahkan jika perlu dilakukan setiap hari. PDIP akan merespons jika Golkar tidak bersedia diajak koalisi. "Tapi masak Golkar mengurus rakyat saja takut-takut," katanya. Soal koalisi ini agar ketenangan segera diperoleh.


Ditanya soal peluang Prabowo Subianto sebagai capres, taufiq hanya mengatakan, "Biarlah Mas Prabowo berkembang sendiri, untung-untung kalau Mas Prabowo lulus threshold, sekarang kan belum bisa dilihat, nanti kalau lolos baru bisa berunding, ini bukan bermaksud menghina," katanya.

Thursday, October 16, 2008

Dua Anggota DPRD Nganjuk Jadi Tersangka Pembunuhan Wakil Sekretaris DPD Golkar

Dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Nganjuk, Adam Malik.


Petugas Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk langsung menggelandang Suparman (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk) dan Sunarji (Ketua Komisi A) ke kejaksaan negeri (kejari) setempat, beberapa saat setelah keduanya keluar dari acara halalbihalal di gedung DPRD Nganjuk, Selasa (14/10).


Polisi juga menyerahkan sebuah kendaraan dinas nopol AG-328-VP yang digunakan untuk membuang mayat korban ke kawasan Waduk Kalibening, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun pada tanggal 24 Mei 2002.


Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, kedua anggota DPRD Kabupaten Nganjuk periode 2004-2009 itu tidak ditahan oleh pihak kejaksaan.Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Nganjuk, Samiyono mengatakan, pihaknya tidak melakukan penahanan karena sudah ada jaminan dari istri kedua tersangka itu.


“Kami mendapatkan jaminan dari istri para tersangka, bahwa mereka tidak akan melarikan diri dan tidak akan menghilangkan barang bukti. Oleh karena itu, mereka tidak kami tahan,” katanya beralasan.


Kuasa hukum tersangka, Sugeng Takarjanto, SH. mengatakan, kedua kliennya tidak terlibat dalam pembunuhan kader Partai Golkar enam tahun silam itu.
“Jangan-jangan ini hanya pencatutan nama saja. Oleh karena itu, perlu dibuktikan dalam sidang di pengadilan nanti,” katanya.


Sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) Madiun memvonis antara 15 tahun dan 18 tahun penjara kepada enam pelaku pembunuhan Adam Malik, yakni Sukarno, Imam Basori, Kacung Harmadi, Ismail, Tamat, dan Adi Wibowo.Namun, setelah satu tahun menjalani hukuman penjara, Adam Malik yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Nganjuk periode 1999-2004 dibebaskan setelah kasasinya dikabulkan Mahkamah Agung.


Beberapa saat setelah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, terpidana Sukarno mengaku bahwa otak pembunuhan Adam Malik adalah Suparman dan Sunarji, yang kini menjadi anggota DPRD Kabupaten Nganjuk.
Kasus pembunuhan Adam Malik itu dilatarbelakangi masalah politik dalam perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Nganjuk. (Ant/d)


Gelar Panglima Gerindra Rugikan Prabowo


Gelar panglima yang diberikan Partai Gerindra kepada Prabowo Subianto dinilai sangat berbau militer. Hal ini justru akan merugikan Prabowo karena masyarakat akan menilai mantan Danjen Kopassus itu sebagai pemimpin bergaya orde baru.


"Gelar panglima Gerindra terhadap Prabowo memberi kesan pemimpin yang kuat, tegas dan bernuansa militer. Namun dengan adanya kesan tersebut maka dikhawatirkan Prabowo menjadi pemimpin yang otoriter dan kembali ke zaman orde baru," cetus pengamat politik Universitas Paramadina Bima Arya Sugiarto kepada INILAH.COM, Rabu, (15/10).


Bima bahkan menyebut, istilah panglima Gerindra agak berlebihan, karena gelar tersebut justru mengesankan mantan Pangkostrad itu adalah pemimpin yang individual dan otoriter. Risikonya, kampanye yang ditawarkan Prabowo harus diimbangi dengan tema kampanye yang pro-rakyat dan bernuansa humanis.


Dalam pengamatannya selama ini, Bima mengatakan, Partai Gerindra termasuk partai yang membangun sturuktur ala militer dengan mengkombinasikan jaringan militer, intelijen, aktivis, dan birokrasi yang dibangun dengan sistem komando yang rapi. "Tujuannya untuk menarik simpul-simpul massa yang ada di Partai Demokrat, Golkar, dan Hanura," imbuhnya.


Sejauh ini, lanjut Bima, Partai Gerindra sebagai salah satu partai baru sudah mampu menempatkan posisinya, pencitraan yang sangat kuat, konsep dan ideologi yang jelas. "Gerindra berpotensi besar mengancam partai-partai besar," tukasnya.


Bima yakin, Partai Gerindra berpotensi menjadi kuda hitam dalam Pemilu 2009. Syaratnya adalah, partai berlambang burung garuda itu mampu membangun komunikasi koalisi dengan parpol menengah dan parpol baru.


Selain itu, tegas Bima, Partai Gerindra harus bisa menangkis kampanye hitam yang ditujukan kepada sang ikon partai Prabowo Subianto.


"Gerindra juga harus konsisten dengan perjuangan yang populis seperti apa yang dikampanyekan oleh Prabowo. Jika Prabowo tidak komitmen dengan hal tersebut maka bisa menghancurkan Gerindra sendiri," pungkasnya.


Panggung terakhir McCain-Obama


Debat terakhir kandidat Presiden AS, Barack Obama dan John McCain, besok pagi digelar. Inilah panggung terakhir kedua calon presiden itu untuk merebut simpati publik.


Tak pelak, isu ekonomi akan tetap menghiasi debat ini, sebagaimana dua debat sebelumnya. Keduanya berusaha menjadi sosok pemimpin kuat di tengah terpaan gelombang krisis ekonomi global.


Duel semakin seru ketika Obama memperluas kepemimpinan ala Partai Demokrat-nya. Ia berkampanye dengan optimistis mengenai prospek yang ia ajukan. Sementara McCain mencari cara untuk membela dirinya ala Partai Republik. Terutama dengan pemilu AS yang akan digelar tiga pekan lagi.


"Tidak mungkin kita menghabiskan empat tahun ke depan seperti delapan tahun ini, yakni menanti keberuntungan akan membuat perbedaan. Sebagai presiden, saya berniat untuk bertindak secara cepat dan tepat," ujar McCain di Pennsylvania, tadi pagi.


Di tempat itulah ia membeberkan semua proposal ekonominya dan memberikan pandangan terhadap strategi debatnya. Dia enegaskan, dirinya akan berbeda dibandingkan Presiden Bush dan akan lebih baik dari Obama.


Sehari sebelumnya di negara bagian Ohio, Obama memberikan garis besar terhadap rencana perekonomiannya dan memamerkan keahliannya. Menurutnya, McCain sama saja dengan pemerintah saat ini. Sebab itulah ia berpendapat Partai Demokrat adalah satu-satunya penyelamat dari kekacauan ekonomi saat ini.


"Kami akan menuju ke arah baru, kepemimpinan yang baru di Washington. Akan ada perubahan yang sebenarnya di kebijakan ekonomi dan politik dibandingkan delapan tahun belakangan ini," ungkap Obama.


Krisis ekonomi telah bertransformasi menjadi konsep kampanye di AS selama beberapa bulan belakangan ini. Obama sedikit banyak telah menjadi pemimpin nasional masa depan di beberapa negara bagian utama. Sementara kebijakan Presiden Bush mulai tidak populer. McCain pun terbebani dengan usaha-usaha untuk bangkit.


Debat yang berlangsung di Hofsrta University di Hempstead, New York ini fokus pada kebijakan ekonomi dan politik. Para kandidat dimoderatori oleh Bob Schieffer, penyiar stasiun CBS. Pada dua debat sebelumnya, kedua capres menggunakannya untuk menegaskan pokok kampanye mereka.


Beberapa kali terlihat keduanya tak mengindahkan pertanyaan, hanya untuk mengungkapkan janji di tengah terjadinya krisis ekonomi ini. Kini, pada debat terakhir ini keduanya akan menjabarkan visi untuk negaranya dan mempromosikan kebijakan ekonomi yang berbeda satu dengan lainnya. Seperti yang sebelumnya, serangan terhadap karakter juga akan kembali terjadi.


Obama makin gencar menuduh McCain ‘peragu' dan ‘terhuyung-huyung' selama krisis ekonomi. Intinya, ia menuduh McCain tidak siap. McCain pun kerap menuduh Obama terkait dengan William Ayers yang mendirikan grup anti perang yang kasar, Weather Underground. Ayers yang kini seorang profesor di Chicago tampak sering menemui Obama.


Saling serang ini terus terjadi. Namun hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Quinnipiac University menunjukkan Obama memimpin dengan dua digit di negara bagian Wisconsin dan Minnesota. Kandidat Partai Demokrat sebelumnya, John Kerry, juga pernah menang di tempat tersebut empat tahun lalu. Obama juga menang di Michigan, tempat yang ditinggalkan McCain pada awal bulan lalu.


Cawapres McCain, Sarah Palin, juga diutus untuk berkampanye di tempat-tempat pendukung partai ini seperti Indiana, North Carolina, dan Virginia guna meningkatkan dukungan GOP. Namun, dua kali kampanye di Pennsylvania, menunjukkan McCain berusaha untuk menarik simpati dari negara bagian dimana Kerry pernah menang, yang menyediakan 21 electoral votes.


Untuk menang, sebanyak 270 suara lagi dibutuhkan. Strategi McCain kini dipusatkan di Florida, Missouri, North Carolina, Virginia, Indiana, dan Ohio pada kolom GOP. Juga di 21 negara bagian lain dimana Bush pernah menang. Jika McCain mampu, maka ia akan mendapatkan 260 suara.


Sebanyak 10 suara masih ia butuhkan. Maka ia harus kembali meraihnya di Colorado, Nevada, dan New Mexico. Tak ketinggalan, di negara bagian yang dimenangkan Kerry, yakni New Hampshire, Wisconsin, dan Pennsylvania.