Thursday, October 16, 2008

Gelar Panglima Gerindra Rugikan Prabowo


Gelar panglima yang diberikan Partai Gerindra kepada Prabowo Subianto dinilai sangat berbau militer. Hal ini justru akan merugikan Prabowo karena masyarakat akan menilai mantan Danjen Kopassus itu sebagai pemimpin bergaya orde baru.


"Gelar panglima Gerindra terhadap Prabowo memberi kesan pemimpin yang kuat, tegas dan bernuansa militer. Namun dengan adanya kesan tersebut maka dikhawatirkan Prabowo menjadi pemimpin yang otoriter dan kembali ke zaman orde baru," cetus pengamat politik Universitas Paramadina Bima Arya Sugiarto kepada INILAH.COM, Rabu, (15/10).


Bima bahkan menyebut, istilah panglima Gerindra agak berlebihan, karena gelar tersebut justru mengesankan mantan Pangkostrad itu adalah pemimpin yang individual dan otoriter. Risikonya, kampanye yang ditawarkan Prabowo harus diimbangi dengan tema kampanye yang pro-rakyat dan bernuansa humanis.


Dalam pengamatannya selama ini, Bima mengatakan, Partai Gerindra termasuk partai yang membangun sturuktur ala militer dengan mengkombinasikan jaringan militer, intelijen, aktivis, dan birokrasi yang dibangun dengan sistem komando yang rapi. "Tujuannya untuk menarik simpul-simpul massa yang ada di Partai Demokrat, Golkar, dan Hanura," imbuhnya.


Sejauh ini, lanjut Bima, Partai Gerindra sebagai salah satu partai baru sudah mampu menempatkan posisinya, pencitraan yang sangat kuat, konsep dan ideologi yang jelas. "Gerindra berpotensi besar mengancam partai-partai besar," tukasnya.


Bima yakin, Partai Gerindra berpotensi menjadi kuda hitam dalam Pemilu 2009. Syaratnya adalah, partai berlambang burung garuda itu mampu membangun komunikasi koalisi dengan parpol menengah dan parpol baru.


Selain itu, tegas Bima, Partai Gerindra harus bisa menangkis kampanye hitam yang ditujukan kepada sang ikon partai Prabowo Subianto.


"Gerindra juga harus konsisten dengan perjuangan yang populis seperti apa yang dikampanyekan oleh Prabowo. Jika Prabowo tidak komitmen dengan hal tersebut maka bisa menghancurkan Gerindra sendiri," pungkasnya.


No comments: